Pada dini hari yang seharusnya lengang di tengah libur Natal, sebuah kejahatan berskala besar berlangsung nyaris tanpa suara di Kota Gelsenkirchen, Jerman bagian barat. Ketika alarm kebakaran akhirnya berbunyi pada Senin pagi, 29 Desember 2025, yang terungkap bukanlah api, melainkan lubang besar menuju ruang brankas bawah tanah sebuah cabang bank Sparkasse — dan hilangnya harta bernilai sekitar 30 juta euro.

Pihak kepolisian Gelsenkirchen meyakini pembobolan itu dilakukan secara terencana, sabar, dan dengan tingkat profesionalisme yang jarang terlihat. Seorang juru bicara kepolisian bahkan menyamakan operasi tersebut dengan film Ocean’s Eleven, merujuk pada presisi dan kerahasiaan aksi para pelaku. “Ini bukan kejahatan spontan,” kata pejabat itu kepada kantor berita AFP. “Ini pekerjaan yang dipersiapkan dengan matang.”

Menurut penyelidikan awal, para pelaku memanfaatkan suasana kota yang relatif sepi selama libur Natal. Dengan menggunakan bor berukuran besar, mereka menembus ruang brankas bawah tanah bank dan membuka paksa lebih dari 3.000 kotak penyimpanan milik nasabah. Di dalamnya tersimpan uang tunai, emas batangan, serta perhiasan bernilai tinggi — aset pribadi yang selama ini dipercaya aman di balik dinding beton dan sistem keamanan berlapis.

Polisi menduga para pelaku masuk dan keluar gedung bank melalui sebuah area parkir yang terhubung langsung dengan bangunan utama. Sejumlah saksi mata melaporkan melihat beberapa pria membawa tas-tas besar di tangga gedung parkir pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Rekaman kamera pengawas kemudian memperlihatkan sebuah mobil Audi RS 6 hitam meninggalkan area parkir di Jalan De-La-Chevallerie-Strasse pada Senin pagi.

Lubang besar menuju ruang brankas baru diketahui setelah alarm kebakaran berbunyi, memicu respons darurat dari polisi dan petugas pemadam kebakaran yang kemudian menyisir seluruh gedung. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditangkap. Semua pelaku masih buron.

Bagi para nasabah Sparkasse, kabar tersebut memicu kecemasan yang cepat berubah menjadi kemarahan. Pada Selasa, 30 Desember, polisi terpaksa mengamankan pintu masuk cabang bank setelah puluhan orang berkumpul menuntut kejelasan tentang nasib barang berharga mereka. Melalui pengumuman resmi, Sparkasse menyatakan cabang tersebut ditutup sementara dan meminta seluruh pemilik kotak penyimpanan segera menghubungi pihak bank. Sebuah hotline khusus pun dibuka.

Pihak bank mengungkapkan bahwa sekitar 95 persen kotak penyimpanan telah dibuka paksa. Setiap kotak diasuransikan hingga 10.300 euro, meski nasabah diminta memeriksa kembali perlindungan tambahan melalui asuransi rumah tangga masing-masing — sebuah pengingat pahit tentang batas keamanan institusional.

Kasus ini kini tercatat sebagai salah satu perampokan bank terbesar di Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari sekadar pencurian, insiden ini mengguncang rasa aman publik dan memicu pertanyaan serius tentang celah keamanan di lembaga keuangan yang selama ini dianggap nyaris tak tertembus. ***