Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) melaporkan bahwa rekaman CCTV di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan dihapus selama 3 jam 21 menit.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan melaporkan bahwa rekaman CCTV di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan dihapus selama 3 jam 21 menit.

Padahal, Rekaman CCTV tersebut krusial karena berdampak pada kinerja TGIPF yang kesulitan untuk merangkai peristiwa utuh kejadian di lokasi terkait.

Rekaman CCTV di lobi itu sempat merekam rangkaian kendaraan Baracuda milik polisi yang melakukan evakuasi Tim Persebaya dari Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam tersebut.

“Pergerakan awal rangkaian Baracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di lobi utama dan area parkir. Tetapi rekaman tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik, kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit,” demikian laporan TGIPF.

Tim Gabungan tersebut menilai hilangnya rekaman itu dalam rentang waktu tersebut telah menghambat tugas investigasi yang dilakukan. Mereka pun tengah berupaya meminta rekaman lengkap CCTV itu ke pihak kepolisian.

“Hilangnya durasi rekaman CCTV menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi dan sedang diupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Mabes Polri,” tulis dokumen TGIPF.

Terpisah, anggota TGIPF Akmal Marhali membenarkan bahwa penggalan dokumen itu merupakan salah satu temuan TGIPF.

“Iya, itu kan laporannya,” kata Akmal.

Ia mengatakan pihaknya sudah berupaya meminta rekaman terpotong itu kepada pihak Polda Jatim. Polda Jatim, kata dia, berjanji akan memberikan rekaman yang terpotong.

“Polda Jatim sudah berjanji akan memberikan yang terpotong. Rencananya akan dilakukan rekonstruksi pada pekan ini,” kata dia.

Dia berharap semua pihak ikut mengawal hasil rekomendasi TGIPF Kanjuruhan. Tujuannya semata agar sepak bola Indonesia ke depan makin baik. ***