Jepang dan Jerman tengah menghadapi tantangan demografis serius yang berdampak langsung pada ketersediaan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Penurunan angka kelahiran serta meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia membuat kedua negara kekurangan sumber daya manusia produktif.
Jepang menjadi salah satu negara dengan krisis populasi paling nyata di dunia. Data resmi mencatat jumlah penduduk Jepang turun drastis menjadi 120,3 juta jiwa per Oktober 2024. Penurunan ini terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun akibat rendahnya angka kelahiran dan meningkatnya populasi lansia.
Kondisi tersebut membuat Jepang membutuhkan sekitar 820 ribu tenaga kerja asing dalam periode 2024-2029 untuk menjaga roda perekonomian dan sektor industrinya tetap berjalan.
Situasi serupa juga dialami Jerman. Angka kelahiran di negara tersebut tercatat hanya 1,36 anak per perempuan pada 2023, jauh dari angka ideal untuk menggantikan populasi usia kerja yang pensiun.
Akibatnya, Jerman diperkirakan membutuhkan lebih dari 400 ribu pekerja asing setiap tahun. Saat ini, sekitar 23.304 lowongan kerja di Jerman telah diisi oleh pekerja migran.
Krisis demografis ini mendorong Jepang dan Jerman mengambil langkah strategis, salah satunya dengan membuka pintu lebih lebar bagi pelajar dan profesional asing melalui program pendidikan dan beasiswa internasional, termasuk bagi Warga Negara Indonesia (WNI).
Berikut sejumlah beasiswa yang bisa dimanfaatkan untuk kuliah gratis sekaligus membuka peluang karier internasional:
1. Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) – Jepang
Beasiswa MEXT merupakan program beasiswa penuh dari Kementerian Pendidikan Jepang (MEXT) untuk jenjang S1, S2, hingga S3. Fasilitasnya meliputi biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, hingga tiket pesawat.
Pendaftaran MEXT dilakukan melalui jalur rekomendasi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan dibuka setiap tahun untuk berbagai jenjang studi.
2. Beasiswa Ajinomoto – Jepang
Selain beasiswa pemerintah, Ajinomoto Scholarship juga menjadi pilihan. Program ini menanggung biaya kuliah, biaya hidup bulanan, tiket penerbangan, hingga pendampingan pendaftaran kampus tanpa biaya.
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa Indonesia dengan prestasi akademik dan motivasi kuat untuk melanjutkan studi di Jepang.
3. Beasiswa DAAD EPOS – Jerman
Jerman menawarkan beasiswa DAAD EPOS untuk jenjang S2 dan S3 bagi lulusan dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Beasiswa ini mencakup tunjangan hidup, asuransi kesehatan, serta biaya perjalanan.
Program ini mensyaratkan latar belakang akademik yang kuat dan, untuk beberapa program, pengalaman kerja profesional.
4. Erasmus Mundus Joint Master Degree – Eropa (Termasuk Jerman)
Program Erasmus Mundus Joint Master Degree (EMJMD) yang didanai Uni Eropa juga menjadi opsi beasiswa bergengsi. Program ini menawarkan studi magister lintas negara dengan fasilitas biaya kuliah, biaya hidup, dan perjalanan selama masa studi.
Dengan krisis populasi yang dihadapi Jepang dan tantangan demografis di Jerman, peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan gratis sekaligus membangun karier global kini terbuka lebar melalui berbagai program beasiswa tersebut. ***