Virus komputer bukanlah produk era internet modern. Jauh hari sebelum istilah cyber attack sohor dan sebelum komputer hadir di genggaman kita, benih ancaman digital ini sudah ditanam. Pertanyaannya: kapan itu pertama diciptakan dan mulai menyerang?

Jawabannya membawa kita mundur ke awal tahun 1970-an. Kala itu, dunia komputasi masih berada di lingkungan akademik dan militer. Pada 1971, seorang insinyur bernama Bob Thomas menciptakan program eksperimental bernama Creeper. Program ini berjalan di sistem ARPANET, cikal bakal internet, dan mampu berpindah dari satu komputer ke komputer lain.

Creeper belum merusak data. Ia hanya menampilkan pesan sederhana: “I’m the creeper, catch me if you can!” Namun, konsepnya revolusioner. Untuk pertama kalinya, sebuah program mampu mereplikasi diri dan menyebar tanpa campur tangan manusia. Dari sinilah istilah virus komputer perlahan menemukan bentuknya.

Tak lama berselang, lahirlah Reaper, program yang dirancang untuk memburu dan menghapus Creeper. Dunia keamanan siber pun secara tidak langsung lahir, bahkan sebelum ancamannya benar-benar terasa.

Memasuki 1980-an, virus komputer mulai keluar dari laboratorium. Pada 1982, seorang remaja berusia 15 tahun, Rich Skrenta, membuat virus bernama Elk Cloner. Virus ini menyerang komputer Apple II melalui disket dan menampilkan puisi jenaka setiap kali komputer dinyalakan untuk ke-50 kalinya. Meski tampak lucu, Elk Cloner menandai awal virus yang menyebar luas di luar lingkungan akademik.

Istilah virus komputer sendiri baru dipopulerkan pada 1983 oleh Fred Cohen, mahasiswa Universitas California Selatan, dalam sebuah makalah ilmiah. Ia membuktikan bahwa program berbahaya bisa menyalin dirinya sendiri dan menginfeksi sistem lain, persis seperti virus biologis yang menyerang manusia.

Sejak itu, virus berkembang pesat. Dari sekadar eksperimen dan lelucon, ia berubah menjadi alat kejahatan. Memasuki era internet, virus bermetamorfosis menjadi worm, trojan, dan ransomware yang mampu melumpuhkan rumah sakit, bandara, hingga sistem pemerintahan.

Kini, lebih dari setengah abad setelah Creeper muncul, virus komputer menjadi ancaman nyata bagi kehidupan modern. Ancaman digital tidak lahir dari niat jahat semata, melainkan dari rasa ingin tahu manusia yang melampaui batas.