Qodari Jawab Tuduhan GPS Tracker: “Itu Sudah Kuno”
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menilai tuduhan terkait dugaan pemasangan GPS tracker tidak dapat diarahkan kepada pihak tertentu tanpa bukti yang jelas. Ia menyebut teknologi pelacakan modern sudah jauh lebih canggih dibanding perangkat fisik yang ditempel pada kendaraan.
π°οΈ Tiga Poin Utama Pernyataan Qodari
GPS Tracker Fisik Sudah Ketinggalan
Menurut Qodari, alat pelacak modern tidak lagi mengandalkan perangkat fisik yang ditempel pada kendaraan seperti dalam film-film lama.
Teknologi Tracking Sudah Berbasis Software
Kemajuan teknologi memungkinkan proses pelacakan dilakukan secara digital sehingga keberadaan alat fisik justru menimbulkan pertanyaan baru.
Tidak Boleh Menuduh Tanpa Bukti
Qodari meminta semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan proses investigasi kepada aparat penegak hukum.
“Kalau yang canggih, kalau negara sudah tidak pakai teknologi itu lagi. Yang ditempel-tempel di mobil itu seperti film jadul.”
β Muhammad Qodariπ Bagaimana Seharusnya Kasus Ini Disikapi?
1. Jangan Langsung Menuduh
Belum ada kepastian siapa yang memasang alat tersebut sehingga tuduhan kepada kelompok tertentu dinilai prematur.
2. Lakukan Investigasi
Qodari mendorong agar dugaan itu dilaporkan kepada aparat penegak hukum agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.
3. Simpulkan Setelah Fakta Terungkap
Kesimpulan mengenai pelaku hanya bisa dibuat setelah identitas pihak yang memasang alat benar-benar diketahui.
π Pesan Utama
Qodari menekankan bahwa dugaan pemasangan GPS tracker tidak boleh menjadi dasar untuk menjatuhkan vonis kepada pihak tertentu. Ia mengingatkan pentingnya asas praduga tak bersalah dan proses investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan.