Marak isu ada produk fashion yang tampak “sepele” tapi bisa berimplikasi besar pada halal atau tidak bagi seorang Muslim memakainya, termasuk sepatu. Belakangan ini, sejumlah konsumen menemukan label “pig skin” atau kulit babi pada sepatu yang dipasarkan di toko-toko sepatu besar. Sebenarnya, apa hukumnya? Bagaimana cara memastikan bahwa sepatu yang kita beli benar-benar halal? Berikut penjelasan lengkapnya.
Para ulama mayoritas menyatakan bahwa kulit babi tetap najis bahkan setelah disamak atau ditanai, sehingga sepatu yang terbuat dari kulit babi tidak halal dibeli atau digunakan. Kulit babi termasuk najis mughalladhah (najis berat) yang tidak bisa disucikan dengan proses biasa, berbeda dengan kulit hewan lain yang boleh digunakan setelah disamak dengan benar menurut syariat.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan dalam fatwa dan penjelasan resminya bahwa barang gunaan berbahan kulit babi hukumnya haram digunakan, termasuk sepatu, tas, atau dompet.
Lebih jauh, dalam kajian fiqh, jual beli sepatu berbahan kulit babi dinilai tidak sah karena barang tersebut dianggap najis dan tidak sesuai dengan syarat barang halal dalam transaksi muamalah.
Mengapa Ini Penting Diperhatikan?
Walaupun sepatu bukan makanan, namun dalam syariat Islam:
Babi dan segala turunannya adalah najis dan haram, termasuk kulitnya.
Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) mewajibkan sertifikasi halal untuk produk barang gunaan, termasuk sepatu berbahan kulit hewani.
Konsumen muslim harus berhati-hati karena kulit babi kadang disamarkan dalam bagian kecil seperti linings (lapisan dalam sepatu) atau tidak terlihat jelas di label.
Kasus nyata pernah terjadi di mana sepatu berlabel “halal” dicampur dengan tulisan pig skin, yang membuat konsumen salah kaprah hingga melapor ke pihak berwajib. Dalam kasus ini, distributor dan pihak berwenang dipanggil untuk klarifikasi dan penarikan produk jika terbukti tidak sesuai aturan.
Cara Identifikasi Bahan Kulit Babi
Untuk membantu konsumen muslim menghindari produk non-halal, simak beberapa tips praktis:
- Perhatikan label bahan pada sepatu. Jika tertulis “pig skin”, itu berarti kulit babi.
- Tanya langsung kepada penjual atau produsen mengenai asal kulit yang digunakan.
- Amati pola kulit secara visual: kulit babi memiliki pola pori tertentu yang berbeda dari kulit sapi.
- Jika ragu, pertimbangkan membeli sepatu yang menggunakan kulit hewan halal atau bahan sintetis (vegan leather) sebagai alternatif aman.
Kan “Tidak Dimakan”?
Beberapa orang mungkin berpikir: “sepatu kan tidak dimakan, kok jadi masalah?”
Namun menurut mayoritas ulama serta kelompok fiqh kontemporer, sekali pun sepatu tidak dimakan — sumber bahan yang najis tetap membuatnya tidak halal dipakai atau diperjualbelikan. Bahkan dalam kondisi tertentu, memakai sepatu berbahan kulit babi saat ibadah dapat memengaruhi keabsahan wudhu atau shalat jika najis itu bersentuhan dan belum dibersihkan dengan cara syar’i.
Sebagai konsumen muslim yang taat, “halal itu bukan hanya makanan” tetapi juga mencakup barang-barang yang kita beli dan gunakan sehari-hari. Hindari membeli sepatu yang berasal dari kulit babi karena:
- Kulit babi tetap najis meski telah disamak.
- Produk tersebut tidak sesuai syariat dan tidak layak dijual bagi umat muslim.
- Sertifikasi halal wajib diperhatikan pada barang gunaan.
Praktikkan selalu kewaspadaan saat memilih produk fashion, dan jadikan pedoman syariat serta sertifikasi halal sebagai panduan utama dalam setiap keputusan belanja.
Berikut contoh produk sepatu yang diketahui mengandung pig skin (kulit babi), penting untuk umat Islam yang ingin menghindari produk berbahan najis ini agar tidak salah beli:
Beberapa Sepatu yang Mengandung Pig Skin
1. Sepatu dari New Balance
Beberapa model dari brand ini secara resmi diberi label “contains pig skin” pada bagian materialnya, terutama bagian suede atau overlay kulit. Daftar yang sering disebut antara lain:
- New Balance Made In USA 990v6 (Pria & Wanita)
- 9060 Men’s Sneakers
- 2002R Men’s Sneakers
- Made In USA 993
- Made In USA 992
- BB550 Men’s Sneakers
- 574 Hook & Loop Kids
Selain itu, versi atau variasi lain dari seri-seri ini di beberapa toko mungkin juga menggunakan pig skin.
2. Adidas Bali
Sepatu ini cukup ramai diperbincangkan di Indonesia karena disebut memakai pig skin di bagian tertentu seperti three stripes dan heel overlay.
3. Vans Premium
Beberapa laporan online menyebut adanya varian sepatu Vans yang menggunakan pig skin, meskipun ini tergantung model dan rilis tertentu.
4. Kasus historis Kickers “Pig Skin Lining”
Beberapa sepatu merek Kickers di masa lalu pernah mendapatkan label ‘pig skin lining’ yang membuatnya menggunakan kulit babi pada lapisan dalamnya. Produk-produk ini kemudian ditarik dari pasar setelah dianggap menyesatkan konsumen Muslim. (Berita 2 Bahasa)
Catatan Penting Sebelum Membeli
- Tidak semua varian dalam satu model memakai pig skin. Misalnya, tidak semua New Balance 990 atau 574 otomatis pakai kulit babi, beberapa varian bisa contains pig skin dan lain bisa tidak. (suara.com)
- Periksa label resmi produk yang ada (baik di box maupun tag). Banyak toko atau platform resmi yang menambahkan “contains pig skin” pada deskripsi bahan saat material itu memang digunakan. (suara.com)
- Tanyakan langsung ke penjual atau brand jika tidak tercantum informasi jelas, terutama kalau belanja online. Tidak semua sepatu menyertakan detail bahan kulit hewannya.