Empat hari pasca bermagnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Tojo Unauna, Sulawesi tengah, Senin, 26 Juli 2021 lalu ratusan warga masih mengungsi ke dataran tinggi di wilayah tersebut. Meski pemerintah daerah setempat sudah mengimbau warga untuk segera kembali, mereka memilih bertahan di pengungsian.

Sampai Jumat malam, 30 Juli 2021 ratusan warga masih menempati tenda-tenda darurat. Saat ini, mereka benar-benar membutuhkan bahan ,  untuk orang dewasa dan anak-anak serta balita, fasilitas mandi cuci kakus dan obat-obatan.

https://youtu.be/GiV0AQs1Cxc

Kondisi pengungsian warga Tanjung, Desa Labuan dan sejumlah warga desa di pesisir Teluk Tomini, Tojo Unaunamasih tak berubah sejak saat gempa mengguncang wilayah itu. Kamp pengungsian mereka dibangun seadanya tanpa fasilitas pendukung lainnya, seperti MCK.

Warga, utamanya, perempuan dan anak-anak terlihat masih tetap bertumpuk di salah satu tenda besar tanpa protokol kesehatan.

Lokasi pengungsian ini berada di lokasi bekas transmisi TVRI, di dataran tinggi yang agak jauh dari bibir laut Teluk Tomini. Tercatat sekitar 200 keluarga atau lebih dari 300 jiwa mengungsi ke tempat itu.

Kamis, 29 Juli 2021, mereka dikunjungi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Mereka diimbau untuk kembali, namun mereka memilih bertahan.

”Ini banyak betul informasi berkembang, sesuai kejadian yang berkembang. Masyarakat ini takut. panik. Kami di sini mungkin sampai hari Jumat depan. Kami sudah memasang berapa tenda. Soal bantuan, dari Pemerintah Daerah dan BPBD kami sudah sampaikan permintaan kami, utamanya logistik, tempat buang air besar dan kecil serta obat-obatan,” kata Rustam Thalib, Kepala Desa Labuan, Jumat, 30 Juli 2021.

Soal masih bertahannya mereka, menurut Jamaluddin, warga Labuan, itu karena trauma.

“Kami sudah sampaikan instruksi dari BPBD itu. tapi warga, saat malam hari masih kembali ke sini, karena trauma,” kata dia.

Seperti diketahui, pada Senin, 26 Juli 2021, wilayah Tojo Unauna diguncang dua kali gempa besar. Kali pertama diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,9, lalu disusul gempa berkekuatan magnitudo 6,5. ***