Otoritas Rusia kembali memperketat pembatasan terhadap komunitas LGBTQ+. Badan pengawas keuangan negara Rusia, Rosfinmonitoring, resmi memasukkan apa yang disebut sebagai “gerakan publik LGBT internasional” ke dalam daftar teroris dan ekstremis.

Pencantuman dalam daftar tersebut memberi kewenangan kepada aparat negara untuk membekukan rekening bank pihak yang ditetapkan tanpa perlu perintah pengadilan. Namun, hingga kini belum jelas bagaimana kebijakan itu akan diterapkan terhadap “gerakan LGBT” yang secara hukum tidak pernah terdaftar dan tidak memiliki alamat resmi maupun rekening bank.

Langkah Rosfinmonitoring ini menyusul putusan Mahkamah Agung Rusia pada November lalu yang menetapkan apa yang disebut sebagai “gerakan LGBT internasional” sebagai organisasi ekstremis terlarang. Putusan tersebut menjadi dasar hukum bagi pengetatan lebih lanjut terhadap aktivitas yang dikaitkan dengan komunitas LGBTQ+.

Kementerian Kehakiman Rusia kemudian menindaklanjuti putusan itu dengan memasukkan “gerakan LGBT internasional” ke dalam daftar resmi organisasi terlarang pada 1 Maret.

Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat di tingkat penegakan hukum. Pekan ini, sebuah pengadilan di Orenburg memerintahkan penahanan dua manajer sebuah bar gay. Kasus ini disebut sebagai perkara pidana “ekstremisme” pertama di Rusia yang secara langsung menjerat anggota komunitas LGBTQ+.

Kedua tersangka terancam hukuman penjara hingga 10 tahun jika terbukti bersalah atas tuduhan “mengorganisir kegiatan ekstremis”.

Aktivis hak sipil dan pembela hak LGBTQ+ di Rusia menyatakan kepada The Moscow Times bahwa pelabelan sebagai “ekstremis” berpotensi membuka ruang kriminalisasi yang luas. Menurut mereka, siapa pun yang menampilkan simbol, ekspresi, atau gaya hidup LGBTQ+ di ruang publik dapat menjadi sasaran penuntutan.

Pembatasan terhadap hak-hak LGBTQ+ di Rusia berlangsung secara bertahap dalam satu dekade terakhir. Sejak Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang melarang apa yang disebut sebagai “propaganda LGBT” kepada anak di bawah umur pada 2013, ruang kebebasan bagi komunitas tersebut terus menyempit.