Suara riuh anak-anak di sekitar masjid sering dianggap mengganggu. Namun di Banggai Kepulauan, keramaian itu justru diubah menjadi energi positif hingga mengantarkan sebuah masjid meraih penghargaan tingkat nasional.
Menurut H. Sofyan Arsyad, mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, anak-anak datang ke masjid bukan hanya untuk salat atau mengaji, tetapi juga membutuhkan ruang bermain, belajar, dan berekspresi.
Anak-anak mengikuti kegiatan mengaji dan mendengarkan kisah teladan dengan suasana yang menyenangkan.
Konsep tersebut diterapkan di Masjid Nur Hidayah Salakan. Selain mengaji, anak-anak diajak mendengarkan kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melalui metode bercerita yang menarik.
Setelah sesi cerita, mereka mengikuti kuis berhadiah makanan ringan. Bahkan H. Sofyan Arsyad beberapa kali menjadi pendongeng, sementara Bupati Banggai Kepulauan pernah hadir sebagai narasumber.
Metode mendongeng membuat anak-anak lebih antusias belajar agama dan mencintai masjid.
📖 Edukasi
Belajar Al-Qur’an, kisah Nabi, dan pendidikan karakter.🎁 Kreatif
Quiz, hadiah, dan aktivitas menyenangkan untuk anak.⚽ Bermain
Ayunan, perosotan, lapangan mini hingga karambol.🕌 Beribadah
Anak-anak salat bersama jamaah dewasa secara tertib.🏅 Juara Nasional AMPERA 2024
Pada Oktober 2024, Masjid Nur Hidayah Salakan berhasil meraih Juara I Tingkat Nasional Kategori Masjid Ramah Anak dan Perempuan pada ajang Anugerah Masjid Percontohan Ramah (AMPERA) yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Prestasi tersebut membuktikan bahwa menghadirkan masjid yang ramah terhadap anak tidak mengurangi kekhusyukan ibadah. Justru pendekatan yang penuh kasih akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap masjid sejak usia dini.