๐ค Saya Heran!
Tak habis pikir, ada yang meminta Program MBG dihentikan?
Padahal kalau dianalogikan, Program MBG
itu seperti traktiran makan setiap hari
untuk anak-anak sekolah.
โ Lucunya…
โ
Ditraktir kopi? Senang.
โ Ditraktir nasi kuning? Bahagia.
โ Ditraktir makan siang? Mau banget.
Tapi kok giliran anak-anak dapat makan bergizi, malah ada yang ingin programnya dihentikan?
โ Ditraktir nasi kuning? Bahagia.
โ Ditraktir makan siang? Mau banget.
Tapi kok giliran anak-anak dapat makan bergizi, malah ada yang ingin programnya dihentikan?
๐ฅบ Yang Kasihan Siapa?
- Anak-anak yang uang jajannya terbatas.
- Anak-anak yang belum tentu sempat sarapan.
- Anak-anak yang membutuhkan energi untuk belajar.
- Anak-anak yang sedang mengejar cita-cita mereka.
“Kalau orang dewasa senang ditraktir kopi dan nasi kuning,
kenapa anak-anak ditraktir makan bergizi malah dipermasalahkan?”
โ๐๐ค
๐ Perut Kenyang, Belajar Lebih Semangat
Anak yang kenyang lebih fokus belajar. Anak yang sehat lebih siap meraih masa depan. Karena itu, pemenuhan gizi bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang kualitas generasi Indonesia di masa depan.