Pencarian jasad penambang emas tradisional yang tertimbun longsor Rabu, 24 Februari 2021 di pertambangan emas liar di Buranga, Ampibabo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus dilakukan.

Saat ini, sesuai laporan keluarga ke Posko SAR Gabungan, penambang atas nama Askam sampai hari ini  belum kembali ke rumah. Diketahui pada Rabu malam, ia masih mendulang emas di lokasi tersebut.

Pencarian dilakukan dengan bantuan empat unit excavator dan beberapa unit mesin penyedot lumpur. Titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya para penambang terus digali. Sementara mesin penyedot lumpur terus dioperasikan untuk mengurangi genangan lumpur pada titik pencarian. Adapun warga dan keluarga penambang masih terus memadati lokasi tambang emas yang longsor tersebut.

https://youtu.be/3TVLvva0wLQ

“Korban yang terdata di pos kita sejumlah duapuluh tiga orang. Yang selamat enam belas orang, yang meninggal enam orang sudah dievakuasi dan tersisa satu orang dalam pencarian dengan alat excavator,” kata Andrias Hendrik Johannes, Kepala Kantor SAR Palu.

Menurutnya, kendala yang dihadapi Tim SAR adalah material longsoran tercampur dengan air dan menjadi lumpur. Sementara bibir tumpukan material mudah longsor.

“Kita sangat berhati-hati melakukan evakuasi. Kita tentu saja mengutamakan faktor keselamatan dalam menjalankan tugas,” sebut dia.

Tim sar gabungan yang dipimpin Kantor SAR Palu merencanakan pencarian pada jasad para penambang ini akan mereka lakukan hingga empat hari mendatang. Mereka mencari para korban berdasarkan laporan keluarga di Posko SAR Gabungan. ***