Kapolda: Bom Meledak di Badan Khairul

Aparat Satuan Tugas Operasi Madago Raya terus memburu sisa kelompok Mujahiddin Indonesia Timur pasca tertembaknya dua anggota kelompok sipil bersenjata itu dan seorang anggota TNI Angkatan Darat dari Satuan Komando Operasi Khusus pada Senin, 1 Maret 2021.

Perburuan atas sisa kelompok Mujahiddin Indonesia Timur dikonsentrasikan di wilayah Andole, Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso menyatakan Satgas Ops Madago Raya akan  terus melakukan pengejaran kepada kelompok itu.

https://youtu.be/nl0N2HNUjeI

“Kelanjutannya kami akan lakukan pengejaran,  karena pada saat kontak tembak informasi dari teman-teman di lapangan terdapat empat orang dan dua orang lolos. Sementara kita lakukan pengejaran di seputar Dusun Andole, Tambarana, Poso Pesisir Utara,” jelas Irjen Baso Rakhman.

Dijelaskannya, Alvin berasal dari Banten, sedang Khairul berasal dari Poso. Alvin tertembak di bagian kepala dan Khairul karena bom yang dibawanya meledak di badannya.

Dengan tertembaknya Khairul alias Irul alias Aslan dan Akun alias Adam alias Mushaf alias Alvin Sshori, kekuatan kelompok ini tinggal tersisa sembilan orang. Khairul diketahui adalah anak mantu Santoso alias Abu Wardah. Santoso adalah pimpinan MIT yang tewas ditembak polisi pada 18 Juli 2016. Sementara Alvin adalah anggota jaringan teroris Banten. ***