Satuan Tugas Operasi Madago Raya terus memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Kekuatan kelompok yang dipimpin Ali Kalora ini diyakini semakin melemah menyusul tewasnya dua anggotanya beberapa waktu lalu.

Untuk mempersempit ruang gerak kelompok Mujahidin Indonesia Timur aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan pengejaran khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pengejaran yang juga melibatkan pasukan khusus ini tidak hanya melalui jalur darat tapi juga udara.

Dalam pengejaran itu, Satgas berhasil menemukan sebuah goa yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok yang kini berkekuatan sembilan orang tersebut.

Posisi kelompok tersebut diperkirakan semakin terjepit setelah dua anggotanya yakni Alvin dan Khairul tewas. Aparat gabungan beberapa waktu lalu juga berhasil mengamankan puluhan amunisi dan perlengkapan kelompok MIT tersebut.

https://youtu.be/hqhIth6GU6Y

Komandan Korem 132 Tadulako Brigadir Jenderal Farid Maruf mengatakan kekuatan kelompok tersebut semakin melemah. Ia pun meminta kelompok MIT yang tersisa untuk segera menyerahkan diri.

“Sampai saat ini Tim TNI dan Polri terus melakukan pengejaran. Kalau saya bicara terorisme di Poso itu, saya membedakan ada dua. Yang pertama dalam bentuk bersenyata yang tersisa sembilan orang itu dan yang kedua yang di bawah yang sudah terpengaruh dengan ajaran radikalisme,” sebut Farid.

Ia meminta agar para simpatisan kelompok ini cepat menyadari diri dan tidak mendukung kelompok itu lagi. Dia pun mendesak kelompok Ali Kalora untuk segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas.

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur saat ini tinggal berkekuatan sembilan orang. Kelompok pimpinan Ali Kalora ini terpecah dua. Kekuatan persenjataannya tinggal sepucuk senjata laras panjang dan dua pucuk senjata laras pendek. ***