https://youtu.be/DPlhsVJWxlk

Ini adalah video yang memperlihatkan seorang perwira polisi yang diduga tengah menyamar menjadi mahasiswa tertangkap dan dipukul teman sendiri. Video ini tengah viral serta beredar luas di jejaring media sosial.

Dalam video itu, terlihat polisi berpakaian lengkap tengah memiting seseorang yang memakai jas almamater di tengah aksi demonstrasi. Namun tiba-tiba, ada seseorang yang mengatakan bahwa pria yang tengah dipiting itu juga merupakan anggota polisi.

Video berdurasi 2 menit 6 detik itu salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Wongso_Soebali pada Selasa (20/10/2020) sekira pukul 22.05 WIB.

Kebongkar RHS pura¬≤ jadi mahasiswa, terus pura¬≤ ditangkap. Ternyata Perwira Polisi yg menyamar supaya ada berita penangkapan, eeehhh ternyata kena bogem dari shabara @212ThePowerOff1 @ustadtengkuzul @ILCtv1 @ResttyCayah @M_Asmara1701 @HukumDan @tempodotco,” kicau @Wongso_Soebali seperti dikutip Suara.com, Rabu (21/10/2020).

Dalam video tersebut terlihat awalnya anggota polisi berpakaian preman tengah mengamankan demonstran berpakaian almamater hijau. Pria berpakaian almamater itu dipiting, dipukul seraya digelandang.

Tiba-tiba, seorang polisi berseragam diduga dari personel Sabhara turut melakukan pemukulan dan diduga mengenai salah satu polisi berpakaian preman. Polisi berpakaian preman itu pun sempat membalas pukulan kepada personel Sabhara tersebut.

Bahkan, salah satu rekan polisi berpakaian preman juga sempat tersulut emosi ikut memukul personel Sabhara tersebut.

“Perwiraku itu, Brimob itu,” teriaknya.

“Aku nggak tau,” teriak polisi berseragam.

Kemudian polisi berpakaian preman itu menghantam personel Sabhara dengan lututnya. Personel Sabhara itu pun jatuh tak berdaya.

Terkait itu, Polri pun membantahnya. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyebut bahwa tak ada personel Polri yang menyamar dan menyusup ke tengah massa. “Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa PA Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel Sabhara adalah tidak benar,” kata Brigjen Awi kepada wartawan, Rabu, 21 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang diamankan tersebut berasal dari Universitas Batanghari (Unbari) Jambi itu diamankan karena terlibat kericuhan. “Yang ditangkap menggunakan baju almamater hijau (kampus Unbari) saat kejadian adalah benar-benar mahasiswa. Mahasiswa tersebut ditangkap karena sudah anarkis melawan petugas, makanya diamankan,” ujar Awi.

Mana yang benar dari kedua fakta peristiwa itu, tontonlah tuntas videonya. Jangan menyimpulkan peristiwa berdasarkan prasangka, tapi harus bersandar kepada fakta. ***